News

Translate this page:

Germany History

Think Tank
 
HISTORY
Jerman (bahasa Jerman: Deutschland, pengucapan bahasa Jerman: [ˈdɔʏtʃlant]), secara resmi disebut sebagai Republik Federal Jerman (bahasa Jerman: Bundesrepublik Deutschland) adalah negara berbentuk federasi di Eropa. Negara ini memiliki posisi ekonomi dan politik yang sangat penting di Eropa maupun di dunia. Dengan luas 357.021 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 82 juta jiwa, negara dengan 16 negara bagian (Bundesland, jamak: Bundesländer) ini menjadi anggota kunci organisasi Uni Eropa (penduduk terbanyak), penghubung transportasi barang dan jasa antarnegara sekawasan, serta menjadi negara dengan penduduk imigran ketiga terbesar di dunia.[8]

Meskipun negara-bangsa Jerman modern baru terbentuk pada tahun 1871 seusai Perang Prancis-Prusia, satuan-satuan politik di wilayah ini telah lama memainkan posisi penting dalam era monarki di Eropa sejak penguasaan oleh Kekaisaran Romawi menjelang era modern (Masehi) hingga berakhirnya Perang Napoleon. Penyatuan wilayah Eropa Tengah pada masa Karl Yang Agung (Charlemagne), pemimpin Kerajaan Franka, pada abad ke-8 menjadi rintisan terbentuknya suatu imperium konfederatif berusia hampir 1000 tahun yang dikenal sebagai Imperium Romawi Suci. Imperium ini sangat mewarnai budaya feodal di seluruh Eropa serta menjadi pusat Reformasi gereja Kristen pada abad ke-16 yang melahirkan Protestantisme. Ketika Imperium Romawi Suci dibubarkan pada tahun 1806 akibat perpecahan yang ditimbulkan oleh perang Napoleon, telah tumbuh rasa satu kebangsaan sebagai masyarakat berbahasa yang sama (bahasa Jerman). Namun, negara modern yang terbentuk kemudian tidak sanggup menyatukan cita-cita kebangsaan itu karena Austria membentuk sekutu bersama Hongaria menjadi negara terpisah dari negara Jerman modern. Pada tahun 1949, Jerman, dengan wilayah yang jauh berkurang akibat dua perang besar di Eropa, terbagi menjadi dua negara terpisah: Jerman Barat[9] dan Jerman Timur. Pemisahan ini berakhir 3 Oktober 1990 (menjadi hari nasional Jerman sekarang) ketika Jerman Timur secara resmi menyatukan diri dengan Jerman Barat.

Jerman (Barat) adalah negara pendiri Masyarakat Ekonomi Eropa (kelak menjadi Uni Eropa pada tahun 1993). Negara ini juga menjadi anggota zona Schengen dan pengguna mata uang Euro sejak 2002. Sebagai negara penting, Jerman adalah anggota G8, G20, menduduki urutan keempat dalam Produk Domestik Bruto dan urutan kelima dalam Keseimbangan Kemampuan Berbelanja (2009), urutan kedua negara pengekspor[10][11][12] dan urutan kedua negara pengimpor barang (2009), dan menduduki urutan kedua di dunia dalam nilai bantuan pembangunan dalam anggaran tahunannya (2008).[13] Jerman juga dikenal sebagai negara dengan sistem jaringan pengaman sosial yang baik dan memiliki standar hidup yang sangat tinggi. Jerman dikenal sebagai negara dengan penguasaan ilmu dan teknologi maju di berbagai bidang, baik ilmu-ilmu alamiah maupun sosial dan kemanusiaan,[14] selain sebagai negara yang banyak mencetak prestasi di bidang keolahragaan, seperti Formula Satu, sepak bola, dan lain-lain. Jerman dianggap sebagai negara yang sangat menghidupkan dunia. Dengan kata lain, Jerman juga merupakan negara yang memengaruhi keadaan perekonomian/bursa saham dunia.
(Wikipedia ensiklopedia) 
 
ARCHITECTURE

Architecture (Latin architectura, from the Greek ἀρχιτέκτων arkhitekton "architect", from ἀρχι- "chief" and τέκτων "creator") is both the process and the product of planning, designing, and constructing buildings or other structures. Architectural works, in the material form of buildings, are often perceived as cultural symbols and as works of art. Historical civilizations are often identified with their surviving architectural achievements
Architecture
From Wikipedia, the free encyclopedia

Architecture (Latin architectura, from the Greek ἀρχιτέκτων arkhitekton "architect", from ἀρχι- "chief" and τέκτων "creator") is both the process and the product of planning, designing, and constructing buildings or other structures.[3] Architectural works, in the material form of buildings, are often perceived as cultural symbols and as works of art. Historical civilizations are often identified with their surviving architectural achievements.[4]

The practice, which began in the prehistoric era, has been used as a way of expressing culture for civilizations on all seven continents.[5] For this reason, architecture is considered to be a form of art. Texts on architecture have been written since ancient time. The earliest surviving text on architectural theory is the 1st century AD treatise De architectura by the Roman architect Vitruvius, according to whom a good building embodies firmitas, utilitas, and venustas (durability, utility, and beauty). Centuries later, Leon Battista Alberti developed his ideas further, seeing beauty as an objective quality of buildings to be found in their proportions. Giorgio Vasari wrote Lives of the Most Excellent Painters, Sculptors, and Architects and put forward the idea of style in the Western arts in the 16th century. In the 19th century, Louis Sullivan declared that "form follows function". "Function" began to replace the classical "utility" and was understood to include not only practical but also aesthetic, psychological and cultural dimensions. The idea of sustainable architecture was introduced in the late 20th century.

Architecture began as rural, oral vernacular architecture that developed from trial and error to successful replication. Ancient urban architecture was preoccupied with building religious structures and buildings symbolizing the political power of rulers until Greek and Roman architecture shifted focus to civic virtues. Indian and Chinese architecture influenced forms all over Asia and Buddhist architecture in particular took diverse local flavors. During the European Middle Ages, pan-European styles of Romanesque and Gothic cathedrals and abbeys emerged while the Renaissance favored Classical forms implemented by architects known by name. Later, the roles of architects and engineers became separated. Modern architecture began after World War I as an avant-garde movement that sought to develop a completely new style appropriate for a new post-war social and economic order focused on meeting the needs of the middle and working classes. Emphasis was put on modern techniques, materials, and simplified geometric forms, paving the way for high-rise superstructures. Many architects became disillusioned with modernism which they perceived as ahistorical and anti-aesthetic, and postmodern and contemporary architecture developed.

Over the years, the field of architectural construction has branched out to include everything from ship design to interior decorating.
kompetensimedia